30 Apr 2014

"Aku Rapopo"


Terimakasih sudah menyakitiku
Apapun yang tidak mampu menumbangkan
Justru akan membuatku berdiri semakin tegak
Terimakasih sudah melupakanku
Apapun yang tidak mampu menghapus
Justru akan membuatku semakin diingat
Terimakasih sudah meninggalkanku
Apapun yang tidak mampu membuat sendirian
Justru akan membuatku semakin ramai
Terimakasih sudah merendahkanku
Apapun yang tidak mampu membenamkan
Justru akan membuatku semakin berharga
Wis Tak Kandani
Aku Rapopo
^_^

*Tere Liye (repos)

28 Apr 2014

Hati Yang Tersakiti

Aku di sini, duduk terdiam bersama serpihan perihku. 
Sakit ku mengingat saat kau di sisiku. 
Dulu, kau memberiku sebuah senyuman yang belum pernah ku dapatkan. 
Rasa itu terukir dalam dengan indah. 
Tapi tak ku sangka, rasa sayang yang selama ini kau beri hanyalah kebahagiaan yang semu. 
Kau dengungkan sesuatu yang kau sebut 'cinta' dengan topengmu, yang dibaliknya tersembunyi seribu bilah pisau yang siap menyerang dan menusuk jantungku. 
Atas nama 'cinta', kau bersandiwara didepanku.

Saat kau bercerita tentang peran baikmu dalam sandiwara yang berbeda. 

Begitu lihai kau merangkai kata dan mengucap janji manis yang sangat indah terdengar. Awalnya aku bisa mengabaikan semua kata manismu, tapi kau memang tak mau menyerah. Bagaimanapun juga aku seorang wanita yang selalu terbawa perasaan, hingga akhirnya hatiku luluh saat kau berkata “Saya akan menikah denganmu…”

Waktu terasa berjalan begitu cepat hingga membuatku terjatuh dan tak sadarkan diri lagi. Bodohnya aku yang mudah percaya dengan ucapanmu. 

Kau membuatku berkorban hanya untuk dirimu. 
Diam-diam kau menusukku dari belakang dengan belati dibalik topengmu yang terukir indah. Kata-kata manis yang kau beri racun, membuatku tidak menyadari sakit yang begitu dalam.

Apa kau masih menjunjung tinggi 'janji' yang pernah kau ucapkan untukku? 

Janji bahwa kau takkan pernah meninggalkanku.

Mengapa hati ini masih menyimpan kenangan bersamamu? 

Setiap detik di sisimu masih terekam jelas dan tersimpan indah di sudut hatiku. 
Tapi semua itu hanyalah sandiwara, kau adalah seorang 'pemain' yang memiliki seribu topeng dan beribu tipu muslihat untuk mendapatkan apa yang kau mau.

Kau mendekatiku dengan bualanmu, untuk menjadikanku permainan. 

Setelah kau mendapatkan kesenangan yang kau cari, kau membuangku dan menganggapku tak pernah ada dalam hidupmu. 
Entah apa yang membuatmu melakukan semua itu. 
Apa rasa 'sakit' yang pernah kau ceritakan itu yang membuatmu tak punya perasaan lagi seperti ini?? Atau memang inilah dirimu yang sebenarnya?

Seharusnya aku mendengar apa kata mereka, tapi aku terlalu terbuai dengan perasaan itu. Ya,.. hatiku terlalu meninggikanmu karena terlalu mudah terbuai oleh setiap kata-katamu. 

Salahku memberimu kesempatan untuk bermain-main dengan hatiku. 
Sekarang aku hanya bisa menyesali kepolosanku berhadapan dengan orang sepertimu.
Tapi apa gunanya rasa sesal itu?? 

Kini aku telah tersakiti, perih yang sangat dalam..
dan aku harus membuang perasaan yang dulu kubanggakan.

Tak ada lagi kata yang bisa menggambarkan rasa sakitku yang begitu dalam. 

Kini ku merasa, kau adalah orang 'terjahat' yang pernah ku temui selama hidupku.

(by Renungan1Jiwa)

1 Apr 2014

Where are You ??


Jalan ini mungkin tak berujung
Mulai letih langkah ini menapak
Cerah hari terasa mulai semakin sendu
Tiada jejak tiada petunjuk
Senyap
Desiran angin juga turut enggan
Menyapa dedaunan sekedar ucap salam
Semakin menyudut semakin kehilangan arti
Ku terhenti dibatas bimbang
Ada arah tak tentu tujuan
Jengah melangkah enggan kembali
Kuterjejak di titik pilu

Kembalilah sebelum hati membatu
Didera jemu letih menunggu
Disaat asa masih berpadu
Menyudahi derita ..
Where are you ???
(MSS)

20 Feb 2014

Untukmu, Calon Pendamping Surgaku..

Aku ingin menatapmu tanpa kata.
Ketika hati hening tanpa nafsu.
Ketika semua mata terpejam tanpa rasa.
Ketika jiwa terangkat tanpa keluh kesah.

Aku ingin meraihmu dengan Cinta-Nya.
Ketika langkah tertatih dalam luka.
Ketika air mata adalah jiwa.
Ketika keyakinan lunturkan luka air mata dalam pelukan do'a.

Dalam diam ku raih indahnya merindu.
Walau deret tanya di hadapku.
Adakah jua engkau sebut namaku dalam do'amu ?

Untukmu Calon Pendamping Surgaku.
Aku disini menunggu kabar dari sayap-sayap angin.
Dalam balutan rasa menantimu.

Engkaukah Itu Jodohku ??
Disaat penantian tertuju satu.
Disaat waktu terhenti dalam dekapanmu.

Ya Allah..
Sang pemilik hati.
Jikalau Engkau izinkan hamba mencinta.
Izinkanlah hamba menata jiwa.
Izinkan hamba menahan rasa.
Agar mampu menjadi pendampingnya dalam alur takdir-Mu.
Untuk selalu memuliakannya di sepanjang nafasku.

Aamiin Ya Rabbal 'Alaamiin...


(Aku dan Hatiku)

HARAPAN

Mendung Tak Akan Selamanya Bergayut Manja Dilangit..
Cerah Pasti Kan Datang Lagi,
Menawarkan Sejuta Senyum Dan Harapan..
Esok Kan Hadir Membawa Berjuta Mimpi Yang Siap Diwujudkan...

Alangkah Indahnya Hidup Ketika;
Ada Yang Mendo'akan Saat Kita Pergi
Ada Yang Merindukan Saat Kita Jauh
Ada Yang Membuat Kita Tersenyum, Saat Kita Sedih
Ada Senyum Yang Indah Saat Melihat Keluarga Kita Bahagia

Tetapi Yang Terindah Dari Segalanya Adalah....
Ketika Allah Subhanahu Wa Ta'ala Masih Berkenan Memberikan Nafas Untuk Kita Hidup 

Sampai Hari Ini....

Berjuanglah Tanpa Henti....
Bersemangatlah Setiap Hari....
Menggapai Hidup Dengan Keyakinan Pasti....

Subhanallah..


(Aku dan Hatiku)

19 Jan 2014

Self Motivations (8)

Berharap untuk memiliki seseorang yang tidak mungkin kita miliki..
Adalah sebuah harapan penuh kesia-siaan.

Mencintai seseorang yang sudah tidak mencintai kita..
Adalah sebuah ketersiksaan.

Berharap seseorang yang sudah tidak peduli kepada kita..
Adalah sebuah penantian yang tidak berguna.

Memikirkan seseorang yang tidak mau mengerti perasaan kita..
Hanyalah menghabiskan banyak waktu terbuang percuma.

Ada baiknya..

Segeralah berusaha untuk melupakan itu semua.
Tak perlu kita larut terlalu lama dalam kesia-siaan.

Karena kalau tidak.
Maka hati kitalah yang akan terus tersiksa.

Tetaplah melangkah ke depan.
Jangan biarkan hidup kita sia-sia.
Karena disana masa depan telah menunggu kita.
Masa depan yang ceria penuh bahagia.


InsyaAllah, Aamiin..